Fungsi SLF dan Studi Kasus Kebakaran Gedung Terra Drone menjadi sorotan penting dalam diskusi keselamatan bangunan di Indonesia. Sertifikat Laik Fungsi atau SLF adalah dokumen resmi dari pemerintah daerah yang menyatakan bahwa sebuah bangunan layak digunakan. Menurut penjelasan dari Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Pasuruan, SLF diberikan setelah bangunan dinyatakan memenuhi persyaratan teknis, struktur, jalur evakuasi, keselamatan kebakaran, ventilasi, pemenuhan fungsi bangunan, dan standar kenyamanan lingkungan.
Dengan demikian, SLF memiliki fungsi utama untuk memastikan bangunan aman dipakai oleh penghuni, pekerja, maupun pengunjung. Dalam konteks fungsi SLF dan studi kasus kebakaran Gedung Terra Drone, SLF seharusnya menjadi instrumen pencegahan risiko seperti kebakaran, keruntuhan struktur, atau ancaman keselamatan lainnya.
Kebakaran Gedung Terra Drone
Pada 9 Desember 2025, terjadi kebakaran besar di gedung Terra Drone Indonesia yang berlokasi di Kemayoran, Jakarta Pusat. Menurut laporan dari Detik News, kebakaran ini menyebabkan 22 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Menurut keterangan awal yang disampaikan kepolisian dan dinas pemadam kebakaran, api diduga berasal dari area penyimpanan baterai di lantai satu. Baterai lithium yang digunakan pada perangkat drone diketahui memiliki potensi risiko kebakaran apabila mengalami kerusakan atau panas berlebih.
Gedung Terra Drone tercatat memiliki izin mendirikan bangunan tahun 2014 dan memiliki SLF sejak 2015. Informasi ini disampaikan dalam laporan Akurat.co. Namun setelah kebakaran, muncul pertanyaan serius mengenai apakah standar keselamatan yang menjadi syarat SLF benar-benar diterapkan di lapangan.
Apa yang Diduga Tidak Berjalan Sesuai Fungsi SLF
Beberapa temuan dan pernyataan pejabat menunjukkan bahwa fungsi SLF mungkin tidak berjalan sebagaimana mestinya di gedung ini.
- Standar keselamatan yang dipertanyakan
Menurut laporan Akurat.co, meskipun gedung memiliki SLF, jalur evakuasi dan sistem proteksi kebakaran dinilai tidak memadai. Terdapat keluhan bahwa hanya tersedia satu pintu keluar utama sehingga menyulitkan proses evakuasi. - Perbedaan antara fungsi bangunan di atas kertas dan di lapangan
Menurut laporan IDN Times, Mendagri Tito Karnavian menyebut perlunya evaluasi ulang SLF karena fungsi bangunan harus disesuaikan dengan aktivitas risiko tinggi di dalamnya. Lantai bawah gedung Terra Drone digunakan untuk penyimpanan baterai dan perakitan perangkat. Fungsi ini memiliki tingkat risiko tinggi tetapi tidak tercermin dalam standar mitigasi kebakaran yang memadai. - Sistem deteksi dan pencegahan kebakaran yang tidak optimal
Beberapa saksi mengatakan bahwa alarm kebakaran tidak terdengar saat kejadian. Menurut laporan Detik News, banyak korban terjebak bukan karena api, tetapi karena terhirup asap tebal. Ini menunjukkan kemungkinan sistem deteksi asap dan kontrol asap tidak bekerja sebagaimana mestinya. - Penjelasan dari pemerintah mengenai pentingnya evaluasi SLF
Kompas.com melalui kanal Kilas Kementerian memberitakan bahwa Mendagri meminta evaluasi ulang seluruh bangunan di Jakarta. Beliau menekankan bahwa penerbitan SLF harus mempertimbangkan fungsi aktual bangunan dan potensi risiko keselamatannya.
Berdasarkan informasi tersebut, terlihat jelas adanya kesenjangan antara dokumen SLF yang menyatakan bangunan laik fungsi dan kondisi lapangan yang tidak mencerminkan penerapan standar keselamatan yang memadai.
Baca Juga Ingin Buka Restoran atau Kafe di Bali? Pastikan Izinnya Aman Sejak Awal!
Pelajaran Penting dari Kasus Terra Drone
Kasus Terra Drone memberikan pelajaran berharga mengenai implementasi fungsi SLF.
- SLF harus diikuti dengan inspeksi rutin
Menurut pandangan berbagai ahli tata bangunan dalam laporan Kontan.co.id, pemerintah perlu melakukan razia dan inspeksi berkala terhadap SLF karena kondisi bangunan dapat berubah seiring waktu. - Peninjauan fungsi aktual bangunan sangat penting
Gedung yang digunakan untuk aktivitas berisiko tinggi seharusnya memiliki standar keselamatan yang jauh lebih ketat. SLF tidak boleh diberikan berdasarkan fungsi yang tercantum di awal saja, tetapi harus memperhatikan bagaimana gedung benar-benar digunakan. - Pemilik dan pengelola gedung memiliki tanggung jawab hukum dan moral
Tanpa pengecekan dan pemeliharaan berkala, sistem keselamatan yang sudah terpasang bisa tidak bekerja saat dibutuhkan. - Publik perlu memahami bahwa SLF bukan hanya formalitas
SLF adalah jaminan keselamatan. Masyarakat, pekerja, dan penyewa gedung perlu kritis terhadap kondisi keselamatan tempat mereka bekerja.
Rekomendasi untuk Pemerintah dan Pemilik Gedung
- Pemerintah harus memperketat proses penerbitan dan evaluasi SLF.
- Pemerintah perlu memastikan pengawasan lebih ketat untuk gedung dengan fungsi berisiko tinggi.
- Pemilik gedung wajib melakukan pemeliharaan sistem keselamatan secara rutin dan berkala.
- Informasi tentang status SLF gedung sebaiknya dibuat transparan kepada publik.
Kesimpulan
SLF adalah instrumen penting dalam memastikan bangunan aman digunakan. Namun, kasus kebakaran Terra Drone menunjukkan bahwa SLF tidak akan berarti apa-apa jika pengawasan, pemeliharaan, dan penegakan aturan keselamatan tidak dilaksanakan secara konsisten. Menurut berbagai sumber yang telah disebutkan, perbedaan antara dokumen dan kondisi nyata gedung menjadi faktor utama yang memperburuk dampak kebakaran. Tragedi ini menjadi pengingat bahwa keselamatan bangunan bukan sekadar administrasi. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama pemerintah, pemilik gedung, dan publik.
Sumber Gambar : SindoNews